budidaya-ternak-ayam-potong-pedaging-broiler

Tips Ternak Ayam

Posted on

Saat ingin bereternak ayam, yang terbayang biasanya adalah keuntungan saat menjual hasilnya. Hal semacam itu memang tidak salah karena merupakan motivasi awal kita. Tetapi, ada beberapa hal yang harus diketahui supaya beternak ayam kita menjadi loebih berhasil.

1. Yang pertama kita memilih waktu budidaya yang tepat.

Apakah kita ingin panen saat lebaran tiba? Momen seperti ini banyak pembelinya. Jadi, kita harus memulai beternak ayam 4 bulan sebelumnya.

2. Menyiapkan kandang

Kita menyiapkan kandang. Kandang ini mestinya dibuat supaya ayam tidak bermain ke halaman tetangga. Masalahnya, tetangga kita bisa terganggu atau ayam kita bermain terlalu jauh dan hilang diterkam binatang.

Kandang dibuat dari bambu yang dianyam. Tingginya jangan kurang dari 3 meter dan rapat. Ayam lumayan bisa terbang melompati pagar yang rendah. Untuk kerapatan anyaman dinding kandang, berguna supaya binatang seperti anjing tidak bisa masuk.

budidaya-ternak-ayam-potong-pedaging-broiler

Bagi dua kandang untuk ayam dewasa dan ayam yang baru menetas.

Kemudian, silahkan membuat kandang isolasi / karantina dan kandang sortir. Setelah itu, silahkan menyemprot kandang 1 minggu sebelum ditempati.

Untuk kandang, lengkapi juga dengan lampu sebagai penghangat. Saat hujan, ayam sebaiknya tetap berada di kandang. Cuasa dingin bisa membuat ayam sakit dan mati.

Untuk musim kemarau, Anda perlu menyiapkan penghalang angin. Anda juga perlu mengatur lubang ventilasi atau bahkan menambah blower jika diperlukan.

Intinya, kandang harus tetap luas, sejuk dan kering supaya tidak tumbuh jamur dan bakteri yang merugikan.

Tabel suhu yang cocok untuk ayam:

Umur (hari) Suhu ( 0C )
01 – 07 34 – 32
08 – 14 29 – 27
15 – 21 26 – 25
21 – 28 24 – 23
29 – 35 23 – 21

Untuk luas, silahkan mengisi ayam secukupnya di kiandang. Ayam broiler kurang aktif dibanding ayam kampung. Kandang ayam kampung perlu lebih luas.

Kandang karantina yang kita buat kemudian harus dibuat jauh dari kandang utama. Gunanya adalah untuk menampung ayam yang sakit. Banyak peternak yang enggan memusnahkan unggas yang sakit dengan cara dibakar. Solusinya adalah dengan menempatkannya di kandang isolasi.

Kandang sortir adalah kandang untuk menempatkan ayam yang ukurannya terlalu kecil dibanding lainnya. Jika ayam kelaparan, ayam kecil ini bisa menjadi sasaran kanibalisme ayam lainnya.

3. Memilih indukan 

Jika membeli indukan, pastikan indukan ayam Anda sehat. Indukan jantan harus berkokok nyaring dan tanpa cacat. Bulu mengkilap dan gerakannya aktif ( cukup agresif).

Untuk indukan betina, ukurannya harus sudah besar. Bulunya mengkilap dan warnanya menarik, tidak cacat serta gerakannya aktif.

Perbandingan pejantan dan betina tidak terlalu penting. Anda bisa membeli 1 jantan dengan 10 betina.

Setelah memilih indukan, ayam indukan bisa dimasukkan ke dalam kandang.

Saat ini, ada waktu bagi ayam untuk beradaptasi. Mereka akan kawin jika sudah siap kawin.

Jika sudah akan bertelur, ayam betina akan lebih banyak berkokok. Saat inilah Anda perlu memisahkannya ke kandang yang satunya.

Setiap ayam betina bisa bertelur hingga 14 butir dan minimal 5 butir.

Bagi yang membeli DOC, atau ayam anakan yang kecil, kita lebih baik mengetahui jenis ayam dan juga indukannya. Jadi, kita bisa mengetahui apakah ayam tadi berpotensi tumbuh besar atau tidak.

Untuk anakannya sendiri, pastikan salah satu faktor pilihan kita adalah anak ayam yang lincah dan gesit.

4. Menetaskan telur.

Untuk menetaskan telur, lebih baik jika dilakukan secara manual. Alasannya lebih cepat menetas. Untuk penetasan manual hanya butuh waktu 14 hingga 20 hari saja untuk menetas.

Sedangkan untuk penetasan alami dengan dierami si induk, butuh waktu hingga 25 – 35 hari.

Yang diperlukan untuk penetasan telur secara manual:

Membuat kotak penetasan telus secukupnya.

Memberi lampu 10 watt. Untuk lampunya, silahkan menggunakan lampu bohlam atau neon.

Letakkkan telur dibawah lampu dan silahkan menunggu hingga menetas.

5. Memberi pakan bergizi

Pakan ayam yang baik adalah yang memiliki nilai protein yang tinggi.

Pakan yang mudah didapat tentunya adalah pakan ayam buatan pabrik ( pur ayam ).

Tetapi, jika dirasa agak mahal, silahkan menggunakan jagung, bungkil kedelai, ampas tahu dan limbah kedelai atau lainnya. Kita juga memerlukan bekatul untuk makanan selingan sentrat.

Waktu makan juga harus tepat yaitu saat pagi, siang dan sore. Untuk mencegah kanibalisme saat ayam kelaparan, kita bisa menggunakan sayuran yang digantung di dalam kandang. Jadi, sangat disarankan jangan telat memberi mereka makan

Untuk ayam yang siap jual, biasanya ada di umur 3 bulan untuk ayam kampung dan 5 hingga 7 minggu untuk ayam broiler.

Sekian sedikit artikel mengenai tips beternak ayam. Semoga bermanfaat.

Cari :

5/5 (2)

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *