cara budidaya beternak ayam petelur

Tips Cara Budidaya Ayam Petelur

Posted on

Ayam petelur adalah ayam dewasa, betina dan memang dipelihara untuk diambil telurnya.

Inilah tips cara budidaya ayam petelur:

Daftar Isi

Setiap tahunnya, para ahli menseleksi ayam hutan sehingga mampu mendapatkan gen terbaik untuk ayam petelur dan ayam pedaging.

Ayam yang cocok untuk produksi daging diberi nama ayam broiler. Ayam yang cocok untuk produksi telur disebut ayam petelur.

Persilangan juga dilakukan untuk mendapatkan ayam unggul jenis petelur.

Sifat jelek ayam yang ada dibuang namun sifat baiknya dipertahankan. ( dimurnikan terus – menerus ). Ayam – ayam jenis petelur paling unggul digunakan sebagai plasma nutfah untuk memperoleh anak ayam yang unggul.

Ayam petelur mulai bertelur saat usia 5 bulan dan produktif hingga 1,5 hingga 2 tahun. Tetapi, seperti halnya yang lain, produktifitas telur terbaik ada saat usia masih muda atau saat awal bertelur.

cara budidaya beternak ayam petelur

Tahap / cara budidaya ayam petelur:

  • Pemilihan ras ayam petelur

  • Pemilihan bibit dan calon indukan ayam

  1. Konversi ransum.

  2. Produksi telur.

  3. Produksi telur tahunan.

  • Jenis ayam yang cocok dan bagus untuk ayam petelur

  1. Ayam petelur ringan

  2. Ayam petelur ras medium

  • Cara beternak ayam petelur :

    • 1. Cara persiapan kandang ayam petelur

      • A. Kandang anak ayam usia dibawah 6 minggu.

      • B. Kandang layer atau untuk produksi telur.

      • C. Peralatan untuk kandang ayam petelur.

      • D. Suhu kandang yang cocok untuk ayam petelur

    • 2. Cara pemeliharan ayam petelur

      • A. Sanitasi dan tindakan menjaga dari penyakit

      • B. Cara pemberian pakan ayam petelur yang baik

      • C. Cara pemberian minum ayam petelur yang baik

  • 3. Pemberian vaksinasi dan obat untuk ayam petelur.

    • Jenis vaksin:

    • Pemberian obat untuk ayam petelur

    • Dosis GDM atau suplemen organik cair untuk ternak ayam petelur.

  • Panen dan setelah panen ( pasca panen ).

Beberapa penjelasannya:

  • Pemilihan ras ayam petelur

Ras ayam petelur yang dipilih berdasarkan kemampuan bertelurnya pertahun, kualitas telur serta banyak hal lainnya seperti:

  1. Berasal dari bibit unggul.
  2. Cepat dewasa dalam waktu 18 sd 20 minggu
  3. Ukuran telur normal dengan berat 60 sd 65 gram.
  4. Tidak mengeram dan tidak mudah stress.
  5. Menggunakan pakan tidak terlalu banyak
  6. Pertumbuhan dan perkembangan normal
  7. Harga Day Old Chicken (DOC) yang bersaing
  8. Ayam mampu beradaptasi dengan baik
  9. Kondisi fisik ayam sesuai kondisi lingkungan peternakan. 
  10. Tidak cacat, sehat sera bulu mengkilap, penuh dan halus serta berwarna baik

Untuk bibit ayam petelur yang baik ada beberapa ukuran:

1.. Konversi ransum

Adalah berapa jumlah kg makanan yang dimakan dibanding dengan kg produksi telur.

Ayam yang baik telurnya lebih banyak dari makanannya. Jika sebaliknya, maka ayam tidak berkualitas baik.

2. Produksi telur

telur yang diproduksi harus banyak dan konversi ransumnya bagus.

3. Produksi telur tahunan

Ayam jenis Hisex white mampu menghasilkan telur dalam jumlah banyak dengan konversi ransum yang baik. Ayam lain seperti Dekalb XL – Link juga merupakan ayam petelur yang baik.

Untuk mengetahuinya, Anda perlu menemui ahli peternakan atau orang berpengalaman disekitar Anda.

cara budidaya beternak ayam petelur

  • Jenis ayam yang cocok dan bagus untuk ayam petelur

1 . Ayam ras petelur ringan merupakan ayam yang secara fisik memang ringan. Ayam ini ukurannya kecil dan bisa bertelur seperti ayam ukuran medium. Tetapi, sulit dijual sebagai pedaging jika sudah tidak bertelur karena ukurannya kecil.

2. ayam ras petelur medium. Memiliki ukuran medium dan bisa dijual sebagai ayam potong jika sudah tidak bertelur.

  • Cara beternak ayam petelur :

  • 1. Cara persiapan kandang ayam petelur

  • A. Kandang anak ayam usia dibawah 6 minggu

Ukuran yang baik adalah 1 m2 untuk 10 sd 15 ekor. Sebelum ayam masuk, kandang serta peralatan harus steril. Kandang dibersihkan dan disemprot desinfektan. Persiapan ini mesti selesai beberapa hari sebelum ayam masuk.

Alas kandang yang baik bisa dibuat dari sekam padi dengan tebal 10 sd 25 cm. Gunanya sebagai filter udara dingin. Selain itu, perlu lampu pemanas 60 watt.

Jika panas di kandang pas, maka ayam akan tersebar merata di kandang dan tidak berkumpul di lampu atau menjauhinya.

Selain itu, kandang juga perlu ventilasi yang bisa dibuka tutup sesuai kondisi cuaca.

cara budidaya beternak ayam petelur

  • B. Kandang layer atau untuk produksi telur.

Kandang ayam petelur berbeda dibandingkan dengan kandang ayam kecil. Temperatur yang baik sekitar 32,2 hingga 35 derajat celcius. Kelembaban kandanh sekitar 60% sd 70%.

Kandang perlu matahari pagi dan tidak melawan arah angin. Selain itu, jangan di tempat berbukit karena sirkulasi udara dan air tidak cocok.

Konstruksi kandang dibuat kuat dan tahan lama serta peralatan lengkap.

  • C. Peralatan untuk kandang ayam petelur

Beberapa peralatan yang penting untuk diperhatikan:

litter atau alas lantai. Jangan lembab sehingga jamur dan bakteri tidak tumbuh.

Litter dibuat dari campuran sekam, dengan sedikit kapur dan pasir. Jika tidak ada sekam, maka bisa diganti serutan kayu ukuran 3 sd 5 cm.

Tempat bertelur berupa kotak ukuran 30 X 35 X 45 cm untuk 4 sd 5 ekor ayam.

Tempat pakan:

saat awal ukuran 2,5 cmdan panjangnya 1,5 meter 2 buah. Bisa juga 6 buah ukuran panjang 45 cm untuk 100 ekor anak ayam dibawah umur 3 minggu.

Setelah itu, tempat pakan perlu yang panjang 1,5 meter 3 atau 4 buah untuk 100 ekor ayam.

Tempat pakan harus dicuci setiap hari dengan sabun dan dikeringkan.

Bahan tempat pakan berupa papan, bambu atau pipa paralon. Air harus selalu ada, bersih, segar dan dingin.

Ketinggian air diusahakan sesuai ketinggian punggung ayam.

 

  • D. Suhu kandang yang cocok untuk ayam petelur

Suhu mesti pas di 30 sd 32 derajat celcius untuk anak ayam. Ini supaya bisa tumbuh dengan baik dan bertelur produktif.

  • 2. Cara pemeliharan ayam petelur

    • A. Sanitasi dan tindakan menjaga dari penyakit

Sanitasi kandang harus diperhatikan, begitu pula ayam perlu diberi vaksin dan perawatan dengan baik.

  • B. Cara pemberian pakan ayam petelur yang baik

Pakan fase starter ( 0 sd 4 minggu ). protein 22% sd 24%. Serat kasar 4%. Phospor 0,7 sd 0,9%. ME 2800 sd 3500 Kcal. Ca atau kalsium 1%. Lemak 2,5%.

Jumlah makanannya:

  • minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor;

  • minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor;

  • minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor;

  • minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor.

Jumlah total makanan ayam petelur hingga umur 4 minggu adalah 1,520 gram.

Makanan fase finisher:

protein 18,1-21,2%.Phospor (P) 0,7-0,9%. serat kasar 4,5%. energi (ME) 2900-3400 Kcal. dan kalsium (Ca) 1%; lemak 2,5%.

Kwantitas pakan ayam petelur terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu:

  • minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor;

  • minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor;

  • minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor;

  • minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor.

Jumlah total pakan ayam petelur usia 30 hingga 57 hari mencapai 3,829 gram.

cara budidaya beternak ayam petelur

  • C. Cara pemberian minum ayam petelur yang baik

Pada fase starter pada hari pertama di kandang, perlu diberi air gula untuk mengganti tenaga setelah perjalanan dan obat anti stress. Jumlah gulanya sekitar 50 gram untuk setiap liter air. Gunakan hanya di 2 jam pertama dan langsung diganti air tawar biasa.

  • 3. Pemberian vaksinasi dan obat untuk ayam petelur.

  • Jenis vaksin:

Jenis vaksin ada 2 yaitu vaksin aktif dan inaktif.

Yang aktif mengandung virus hidup. kekebalan yang ditimbulkan lebih lama dibanding vaksin inaktif.

Vaksin inaktif mengandung virus yang dilemahkan atau dimatikan. Bisa menimbulkan kekebalan dan cocok untuk ayam sakit.

  • Pemberian obat untuk ayam petelur

Obat tidak disarankan untuk diberikan secara teratur. Gantinya bisa diberi suplemen dan vitamin.

  • Panen dan setelah panen ( pasca panen )

Untuk panen telur, diambil 3 kali sehari. Pagi pada jam 9 sd 10 pagi. Kedua adalah pengambilan waktu siang jam 13 hingga 14.

Pengambilan terakhir dilakukan pada jam 15 sd 16 sore sambil mengecek kandang.

Pemanenan dilakukan dengan mengambil telur secara langsung dan diletakkan di egg tray atau nampan telur.

Telur disortir antara telur normal, retak serta telur yang abnormal. Telur normal bentuknya oval dengan kulit bersih dan mulus. Berat telur ayam normal 57,6 gram dan volume sekitar 63 cc. (Pramudyati Suci Y dan Prabowo Agung. 2009.).

Inilah sedikit tulisan mengenai dasar cara beternak ayam petelur, semoga bermanfaat. 5/5 (1)

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *