cara ternak kroto

Ternak Kroto Murah dan Efektif

Posted on

Kroto adalah gabungan antara larva dan telur semut ngangrang atau semut merah. Untuk nama ilmiahnya Oecophylla smaragdina. Semut inilah yang nantinya bisa menghasilkan kroto.

Semut merah ini di alam bebas dikenal sebagai semut yang bersarang dengan membuat sarang dari dedaunan, misal di pohon mangga. Mereka hidup berkoloni di suatu area yang luas. Satu koloni bisa terdiri dari banyak sarang. Satu sarangnya bisa berisi hingga 5000 semut sedangkan satu koloni bisa mencapai 1/2 juta semut.

Untuk beternak kroto, kita memiliki pilihan untuk menggunakan bibit dari alam ataupun yang didapat dari peternak yang profesional. Untuk kata “profesional” ini, kriterianya adalah pedagang bibit yang telah beternak setidaknya 3 tahun. Jadi dia pasti tahu apa yang dibutuhkan untuk menghasilkan untung di ternak kroto ini.

 

cara ternak kroto

Selain itu, kita juga bisa memulai ternak kroto tanpa ratu semut. Ratu semut inilah yang menghasilkan telur. Tetapi, bibit semut alami yang kita kumpulkan seiring perkembangan bisa menghasilkan ratu semut. Tentunya jika kita rawat dengan cara yang benar.

Untuk pengganti sarang semut aslinya, kita bisa menggunakan beberapa media. Yang biasa digunakan adalah toples, besek dan pralon.

Untuk media toples, media ini mudah didapat serta harganya relatif murah. Kerugiannya barangkali adalah tempatnya akan cepat penuh.

Untuk media besek, media ini lebih alami dalam hal suhu ruangan. Selain itu ukurannya juga lebih besar dibandingkan toples. Tetapi, karena dindingnya gelap, kita sulit mengetahui perkembangan kroto kita.

Untuk media pralon, media ini bisa menjadi media yang paling awet sekaligus paling besar dimensinya.

Tetapi kelemahannya juga ada beberapa: panen sulit dilakukan, pengemasan bibit sulit dan juga sulit memantau perkembangan kroto.

Alternatif lainnya adalah beternak kroto dengan media kardus. Media ini ukurannya bisa sangat variatif. Tetapi, kita juga sulit memantau perkembangan kroto. Serta, pilihan kardus yang salah bisa membuat kroto tidak bisa hidup nyaman di dalam kardus.

Beberapa tips beternak kroto

Ada beberapa kondisi lingkungan yang cocok untuk beternak kroto:

  • Cahaya redup
  • Suhu ruangan 26 sd 30 derajat celcius.
  • Sirkulasi udara yang baik.
  • Kelembaban udara sekitar 62% hingga 70%.

Kandang kroto

Kandang kroto bisa dibuat dengan rak berkaki empat. Yang paling penting, gunakan air ( atau oli) di keempat kakinya supaya semut merah kroto tidak pergi kemana – mana. Mohon diingat juga, jangan sampai ada bagian kandang yang bersentuhan dengan benda lainnya. Buatlah kandang yang nyaman bagi kroto.

Makanan kroto

Kroto biasanya diberi makan ulat hongkong, jangkrik atau ulat pisang. Selain itu, belalang juga disukai semut kroto.

Untuk minum kroto, kita bisa menggunakan air gula. 1 bagian air dan 4 gula. Bisa juga, sekitar air gula dengan gula 70%. Banyak gulanya dibanding airnya.

Untuk budidaya kroto, gunakan ruang tertutup karena binatang ini butuh ketenangan.

Untuk memanennya, bisa ditunggu hingga kroto benar – benar banyak. Misalnya 6 bulan. Setelah itu baru dipanen.

Untuk memanennya, kita menggunakan wadah melengkung seperti baskom atau ember.

Letakkan saringan dengan ukuran jaring yang kecil. Yang semut merah tidak bisa tembus. Kemudian, tumpahkan saja kroto kita disana.

Untuk keuntungannya, cukup lumayan. Saat ini harga kroto di pasaran mencapai Rp 250.000 per kg.

Inilah sedikit tulisan mengenai ternak kroto dari kami, semoga bermanfaat.

Cari :

5/5 (2)

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *