Teknik Pohon Pisang Berbuah Lebat

Teknik Pohon Pisang Berbuah Lebat

Pohon pisang(Musa sp.) terkenal bisa tumbuh dimana saja di daerah tropis dan tanaman ini belum akan mati jika belum berbuah. Buah pisang memiliki varietas yang sangat banyak dan terkenal hampir di seluruh pelosok Indonesia. Ini adalah tanaman yang menghasilkan buah kuning panjang yang enak, manis serta mengandung banyak kalsium serta nutrisi lain yang dibutuhkan oleh tubuh.

Syarat lingkungan untuk tumbuh pisang

Tanaman ini khas daerah tropis. Ia menyukai iklim tropis di dataran rendaj hingga ketinggian 1300 meter diatas permukaan laut (DPL). Tanaman ini perlu curah hujan 1500 sd 2500 mm pertahun dan suhu 15 sd 35 derajat celcius.

Jenis tanah yang baik untuk tumbuhnya pisang adalah jenis tanah aluvial dengan banyak berunsur zat kalsium dan bahan organik.

Syarat bibit pisang yang baik

Jika ingin membudidayakan pisang secara komersial, bibit bisa diperoleh dari toko atau lembaga terpercaya. Tetapi jika sekedar untuk keperluan pribadi, ada 3 sumber bibit. Yaitu: anakan pisang, bonggol dan hasil kultur jaringan.

Bibit anakan adalah bibit dari pisang dewasa. Bibit ini bisa dipisahkan dari pisang dewasanya dan ditanam di tempat berbeda.

Bibit bonggol didapatkan didapatkan dari tanaman pisang yang sudah dipanen. Batang pisang dipotong dan bagian pangkalnya diambil. Bonggol dibersihkan, kara dipapas tetapi jangan memapas tunas. Belah bonggol ukuran 10 X 10 X 10 cm berbentuk kubus sesuai ukuran mata tunas. Bonggol ini bisa ditanam lagi di media tanam. Bibit dari bonggol ini siap digunakan saat umurnya 3 sd 4 bulan.

Kultur jaringan dilakukan di laboratorium. Pembibitan cara ini menghasilkan bibit yang bebas penyakit serta seragam umur dan pertumbuhannya. Selain itu, mudah dilakukan untuk mendapatkan banyak bibit sekaligus ( massal ).

cara menanam pisang buah lebat

Teknik persiapan lahan budidaya pisang

Penyakit Fusarium dan Pseudomonas adalah 2 penyakit yang sering menyerang tanaman ini. Jika tanaman di lahan serupa pernah terkena penyakit ini sebelumnya, lakukan pengendalian hama serta penyakit yang baik.

Gulma di lahan harus dibersihkan. Ini karena mengganggu pertumbuhan di saat awal. Bajak tanah hingga 30 sd 40 cm. Buat bedengan memanjang. Jarak bedengan tergantung varietas pisang yang ditanam. Pisang barangan perlu jarak tanam 3 X 3 meter. Untuk 1 hektar, maksimal penanaman 1000 rumpun. Untuk jarak 50 meter, perlu dibuatkan drainase atau parit dengan kedalaman 1 meter.

Teknik penanaman pisang

Setelah lahan, bedengan dan lainnya siap, buat lubang tanam ukuran 50 X 50 X 50 cm dengan jarak tanam sesuai ketentuan. pupuk kandang perlu diberikan sekitar 15 kg per lubang tanam. 1 hektar lahan kira – kira perlu pupuk 15 ton.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman pisang meliputi pemupukan, penyiangan gulma, pembrongsongan serta penjarangan anakan dan mengendalikan hama tanaman.

  • Pemupukan

Pisang adalah tanaman yang tidak terlalu penuntut. Tetapi tetap saja perlu pemupukan setiap 3 bulan sekali. Pemupukan perlu dilakukan pada masa 1 sd 2 bulan setelah tanaman ditanam.

  1. Kita perlu membuat lubang dengan jarak 50 cm dari tanaman yang diisi pupuk.
  2. Pemupukan pertama menggunakan pupuk dengan perbandingan Urea 100 gram, SP 36 100 gram dan KCL 100 gram. Untuk 1 rumpun.
  3. Pemupukan kedua dilakukan pada bulan ke 3 dan 4. Ureanya 100 gram, SP36 serta KCL juga 100 gram per lubang.
  4. Pemupukan ketiga dilakukan pada bulan ke 6 sd 7 dengan perbandingan urea 150 gram dan KCL 200 gram.
  5. Pemupukan ke 4 pada bulan ke 9 sd 10. Perbandingan pupuknya urea 150 gram dan KCL 200 gram.
  • Penyiangan gulma

Saat 3 bulan awal dan tanaman masih kecil, gulma perlu disiangi karena bisa berebut makanan dengan pohon pisang.

Setelah pohon pisang usianya 5 bulan, dau ( kanopi ) pohon pisang sudah lumayan besar dan menutupi gulma. Sehingga, gulma bisa terhambat pertumbuhannya.

Jika lahan yang ditanami pisang relatif kecil, penyiangan bisa dilakukan dengan mencabut secara manual. Tetapi jika lahan kita luas, maka penyiangan perlu menggunakan herbisida.

  • Pembrongsongan tandan buah pisang

Pembrongsongan / pembungkusan tandan buah pisang dilakukan segera sebelum pisang pertama terbuka. Saat ini jantung pisang sudah merunduk tapi belum mekar. Pembungkusan menggunakan plastik khusus heigrow biru atau kantong plastik yang sudah mengandung insektisida.

Jika buah banyak serta / tandannya panjang, maka tandang perlu ditopang dengan bambu / kayu supaya pohon tidak roboh.

  • Penjarangan anakan

Ada 2 tujuan dari penjarangan anakan yaitu menyediakan bibit dan merawat tanaman bibit supaya buahnya banyak / maksimal.

Prinsipnya, dalam satu rumpun usahakan hanya ada 3 tanaman. Bahkan, pisang jenis cavendish meminta 2 tanaman saja untuk 1 rumpun. ( 1 pohon induk dengan 1 pohon anakan).

Meskipun ada beberapa anakan, tidak semua bisa dijadikan bibit. Jika 1 indukan memiliki 2 anakan dewasa, maka tunas untuk bibit hanya 1 saja yang bisa digunakan. Jika 1 indukan memiliki 1 anakan dewasa, maka bibit yang bisa dipakai ada 2 tunas.

Mengapa bisa demikian?

ini karena ada rumus mengambil bibit.

Tunas harus berasal dari pohon induk. Tidak boleh diambil dari tanaman anakan karena mudah sakit, tidak akan tumbuh maksimal dan bisa mati bujang.

  1. Tinggi tunas 20 sd 40 cm.
  2. Bonggol besar ke arah bawah.
  3. Kuncup daun baik dan tunas terlihat sehat.

Hama serta penyakit tanaman pisang yang paling merusak adalah serangan pohon kerdil,  layu fusarium dan layu darah.

cara menanam pisang buah lebat

Pemanenan pohon pisang

Umur panen pohon pisang disesuaikan tujuan pasarnya. Jika untuk ekspor, maka perlu tingkat kematangan 3/4. Jika pasarnya lokal, silahkan buah dipanen jika sudah benar – benar matang.

Untuk umurnya, sekitar 3 sd 4 bulan sejak bunga mekar. Buah yang bisa dipanen tidak lagi memiliki lipatan tajam di sudut atau sudah bulat sempurna. Selain itu, bunga yang ada pada bagian ujung pisang sudah kering dan mudah patah.

Yang penting, buah pisang jangan terjatuh saat dipanen supaya tidak rusak. Yang praktis, pohon pisang ditebang kira – kira 2/3  dari atas tanah.

Cari :

5/5 (1)

Please rate this

Leave a Comment

Please disable your adblock for read our content.
Refresh