Pohon Kurma, Mungkinkan Cepat Berbuah di Indonesia?

Pohon Kurma, Mungkinkan Cepat Berbuah di Indonesia?

Ada beberapa contoh keberhasilan penanaman kurma di Indonesia dan perlakuannya meskipun jauh lebih banyak yang gagal. Kita akan melihat apa saja yang dilakukan untuk meniru mereka yang berhasil menumbuhkan kurma hingga berbuah.

Yang pertama, ada 2 jenis kurma jantan dan betina yang harus dikawinkan. Tanpa mengawinkan, sulit untuk buah kurma bisa muncul dan tumbuh dengan baik.

Kemudian, ada juga masalah iklim. Iklam di Arab berbeda dibandingkan dengan di Indonesia.

Tanah Arab kering, berpasir dan sebenarnya, banyak bagian yang berbatu cadas.

Di Indonesia, kurma terbukti bisa tumbuh dan berbuah di beberapa daerah yang tergolong kering. Misal di Jonggol, Bogor atau daerah kering lain di Ponorogo, Jawa timur.

cara menanam kurma berbuah 1

Curah hujan yang banyak di Indonesia juga dianggap mengganggu pertumbuhan buah pohon kurma.

Tetapi, ada juga contoh keberhasilan yang sudah diperoleh orang Indonesia. Di Jonggol tadi, di sebuah pesantren dan ada juga pohon kurma milik penelitian dan pengembangan (litbang) Indonesian Date Palm Association (IDPA) di Riau, Pekanbaru yang berbuah lebat bahkan saat umurnya masih 20 bulan.

Untuk kurma yang di IDPA Riau itu, mereka menggunakan varietas kurma KL – 1 yang lebih genjah dari varietas KL-1 di Thailand.

Bagaimana membuat kurma ini berbuah? Ikuti caranya disini

Saat pertama pohon kurma ini berbunga, pihak pengelola belum mengetahui jika tanaman ini jenis betina. Jadi belum diserbuki.

Saat itu buah yang tumbuh kecil kecil dan mudah rontok.

Saat berbuah keduia, tanaman ini memiliki 8 tandang dengan 3 tandan muncul belakangan.

Menurut ahli kurma Irak yang berkunjung ke IDPA Riau, Ia menyarankan untuk memotong tiga bunga terakhir supaya makanan hanya untuk pertumbuhan bunga pertama.

Saat berbunga selanjutnya, Alwi yang menanam dan mengurusi tanaman ini mempertahankan 4 tandan yang tumbuh awal.

cara menanam kurma berbuah
Buah kurma KL-1 di kebun milik Indonesian Date Palm Association (IDPA) Riau. (Foto: Koleksi Alwi Rahmatullah)

Perawatan pohon kurma

Perawatan kurma milik IDPA Riau ini tergolong intensif.

Mulai dari penanaman, tanah diberikan kapur dolomit 1,5 jg per lubang tanam untuk menetralkan keasaman.

Untuk pupuk dasar, ditambahkan 2 sd 3 kg pupuk kandang. Untuk selanjutnya, pupuk kandang dan dolomit kembali diberikan dengan dosis sama.

Setiap 4 bulan tanaman diberikan pupuk pabrik jenis NPK yang dosisnya sesuai usia tanaman.

Saat umur tanaman belum 1 tahun, kadar NPK nya 250 gram per pohon. Saat usia 2 tahun, pupuk ditambah menjadi 500 gram per pohon.

Pemupukan dengan pupuk hayati cair juga diberikan setiap 3 bulan. Kadarnya 1 liter pupuk hayati dengan 90 liter air. Pupuk ini disiramkan disekitar area akar tanaman.

Untuk totalnya, setiap pohon pupuknya sekitar 10 liter. Pupuk hayati yang digunakan merupakan pupuk majemuk dengan PH 7,4. Gunanya sekaligus menetralkan PH tanah serta udara.

Pupuk organik cair ini juga dibuat mengandung 2,4 x 107 CPU Azospirillum sp./ml, 4,2 x 109 CPU Azoctobacter sp./ml, 2,15 x 104 CPU. Ketiganya adalah bakteri pengikat nitrogen.

Proses penambatan nitrogennya mencapai 5,77 mol/ml/jam.

Selain mengikat nitrogen, ketiga bakteri ini mampu menghasilkan zat pengatur tumbug berupa indole acetic acid (IAA) dengan kandungan 131—181 ppm IAA.

cara budidaya tanaman kurma

IAA merupakan fitohormon jenis auksin alami yang bisa memacu pertumbuhan tanaman. IAA membantu meningkatkan sintesis asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA). Selain itu juga membantu pemanjangan sel karena pertukaran proton meningkat.

Perawatan lain adalah pemberian bioaktivator dengan konsentrasi 5 ml/liter air untuk jangka 1 bulan rutin.

Bioaktivator adalah mikroorganisme yang membantu proses pengomposan . mengurai bahan organik.

Mikroorganisme ini mempercepat pengomposan sehingga unsur hara lebih terpenuhi.

Adanya biokativator inilah yang menyebabkan tanaman kurma berbuah lebih cepat. Di Thailand, kurma versi KL-1 berbuah saat umur 3 atau 4 tahun. Di IDPA Riau, tanaman ini berbuah saat usia 20 bulan saja.

Triknya adalah, tanaman buah akan beralih dari fase vegetatif ke generatif jika rasio carbon dan nitrogen ( C/N) pada tanaman tinggi.

Bahan aktif seperti paklobutrazol bisa “melumpuhkan” titik tumbuh tanaman sehingga pertumbuhan daun yang baru bisa dihambat.

Gantinya, karena ada fotosintesis yang membuat rasio C/N tinggi, maka titik tumbuh pulih. Tetapi yang keluar sekarang adalah bunga dan bukan daun.

cara budidaya tanaman kurma 1

Bioaktivator yang diberikan bisa menekan perkembangan organisme pengikat nitrogen yang diberikan pada saat awal tanaman tumbuh.

Setelah itu, pupuk NPK juga diberikan tetapi yang kandungan fosfor (P) dan Kalium (K) lebih banyak. untuk dosis pupuknya masih sama.

Selain dengan bioaktivator, ada juga teknik stress air yang bisa dilakukan untuk merangsang tanaman cepat berbuah.

Prinsipnya, jika tanaman mengalami masa kering, kadar pasokan nitrogen akan meningkat. Kandungan N di tajuk tanaman juga menjadi lebih kecil daripada kandungan carbon.

Dengan cara ini, tanaman menjadi lebih cepat berbuah.

Cari :

5/5 (2)

Please rate this

Leave a Comment

Please disable your adblock for read our content.
Refresh