panduan cara budidaya bawang merah

Panduan Cara Menanam Bawang Merah

Posted on

Panduan Cara menanam bawang merah dengan hasil melimpah. Cocok bagi Anda yang ingin belajar budidaya bawang merah.

Bawang merah sendiri merupakan komoditi yang baik harganya dan sering memberikan untung kepada petani. Penanaman bawang merah paling bagus dilakukan saat musim panas. Tanaman ini butuh sinar matahari 12 jam sehari. Jadi, biasanya para petani juga menanam di saat yang bersamaan. Jadi, ketika panen, bisa terjadi panen raya dan penumpukan barang dan membuat harga anjlok. Tetapi, untuk perhitungan saat ini, harga Rp, 15.000 per kilogram di tingkat konsumen, petani sudah cukup untung meskipun tidak terlalu besar.

Meskipun menguntungkan, bawang juga beresiko busuk karena daya tahannya tidak panjang. Bawang merah ini merupakan tanaman dataran rendah dan ketinggian penanaman yang cocok adalah 0 hingga 900 meter diatas permukaan laut. Suhu yang optimum untuk perkembangannya adalah 25 hingga 32 derajat celcius. Untuk PH tanah, yang bagus berada diantara 5,6 hingga 7 ( netral).

panduan cara budidaya bawang merah 1

Berikut beberapa cara menanam bawang merah supaya hasil yang kita terima bisa melimpah.

Cara Menanam Bawang Merah

  • Memilih Benih

Untuk varietas bawang merah, tersedia cukup banyak. Untuk benihnya sendiri, tersedia benih hibrida impor dan lokal. Kita bisa memilih benih biji atau benih umbi bawang. Untuk para petani bawang Brebes, biasanya menggunakan umbi sebagai benih.Bentuk benih yang baik warnanya merah tua, ukurannya 1,5 hingga 2 cm dengan bentuk yang bagus sempurna. Benih ini sebaiknya sudah disimpan 2 hingga 3 bulan dan merupakan benih dari hasil panen bawang yang sudah tua. Untuk panen dari dataran rendah, umurnya minimal 80 hari. Untuk benih hasil panen dari dataran tinggi, umurnya minimal 100 hari.

 

Jumlah benih yang dibutuhkan untuk penanaman, tergantung kepada varietas, ukuran benih serta jarak tanamnya. Biasanya, jarak tanam 20 X 20  dan umbi dengan berat 5 gram akan perlu benih 1,4 ton untuk 1 hektar. Untuk jarak tanam 15 X 15, maka perlu 2,4 ton benih umbi bawang.

  • Pengolahan tanah

Tanah atau lahan dibentuk menjadi bedengan dengan lebar  1 hingga 1,2 meter. Tinggi bedengan 20 hingga 30 cm dengan panjang sesuai panjang yang tersedia di kebun. Antar bedengan diberi parit sedalam 50 cm dengan jarak 50 cm juga. Bedengan pelu dicangkul sedalam kurang lebih 20 cm dan dibentuk rata permukaannya.

Jika keasaman tanah kurang dari 5,6, tambahkan kapur atau dolomit sekitar 1 sd 1,5 ton per hektar. Penambahan ini diberikan sekitar 2 minggu sebelum masa tanam. Untuk pupuk dasar, digunakan 15 – 20 pupuk kompos atau pupuk kandang.

Tebarkan pupuk diatas bedengan dan campur / aduk dengan tanah hingga merata. Jika diperlukan, kita bisa menambahkan pupuk kimia seperti Urea 47 Kg, ZA 100 kg, SP-36 311 Kg, dan KCL 56 Kg untuk setiap hektar lahan. Pupuk ini harus dicampur sebelum digunakan dan biarkan bedengan 1 minggu sebelum ditanam.

 

  • Persiapan benih

Benih yang belum ditanam harus dilakukan pemogesan jika umurnya belum 2 bulan. Pemogesan berarti memotong ujung umbi 0,5 cm yang gunanya untuk memecahkan masa dorman sehingga tanaman cepat tumbuh.Jarak tanam yang dipadatkan adalah sekitar 15 X 15 cm. Jarak tanam ini cocok untuk musim kemarau. Untuk musim hujan, jarak tanam diperluas menjadi 20 X 20 cm.

Cara penanamannya yaitu dengan membenamkan seluruh bagian umbi ke dalam tanah.

panduan cara budidaya bawang merah dengan umbi

  • Perawatan Bawang merah

Penyiraman pada budidaya bawang merah dilakukan pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan minimal hingga tanaman berumur 10 hari. Untuk tanaman yang lebih tua, penyiraman bisa dikurangi menjadi sekali sehari.

Pemupukan susulan dimulai saat bawang merah berumur 2 minggu. Jenis pupuknya urea, ZA dan KCL yang dicampur rata. Perbandingan pupuknya adalah 93, 200 dan 112 kilogram untuk urea, ZA dan KCL. Komposisi ini adalah ukuran pupuk per hektar.

Pemupukan selanjutnya, komposisi pupuk berubah menjadi urea 47 Kg, ZA 100 Kg dan KCL 56 Kg. Cara memberikan pupuk adalah dengan memberi garitan disamping tanaman.

Menyiangi gulma juga perlu dilakukan sebanyak 2 kali selama masa penanaman. Untuk menghemat waktu dan biaya, penyiangan gulma sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan. Tetapi, penyiangan gulma ini sebaiknya juga melihat kondisi di lapangan. Jika gulma banyak, maka perlu disiangi tanpa menunggu jadwal pemupukan.

  • Cara pengendalian hama dan penyakit bawang merah

Bawang merah sebenarnya memiliki banyak potensi penyakit dan hama. Tetapi, yang sering menyerang adalah hama ulat dan penyakit layu. Hama ulat (Spodoptera sp.) menyerang daun bawang dan menimbulkan bercak putih. Jika dilihat, daun seperti dimakan ulat. Cara penanggulangannya adalah cara manual. Ulat serta telur harus diambil dan dimusnahkan.

cara mengendalikan Hama-dan-Penyakit-Bawang-Merah

Selain manual, cara yang biasa digunakan adalah dengan menggunakan feromon sex perangkap sebanyak 40 buah per hektar. Jika serangan yang terjadi cukup besar dengan kerusakan lebih dari 5% untuk setiap rumpun daun, silahkan menggunakan insektisida dengan bahan aktif klorfirifos.

Panen bawang merah

Bawang merah yang siap panen memiliki ciri bahwa 60% – 70% daunnya sudah rebah. Untuk yang membuat bibit umbi, tingkat kerebahan harus lebih dari 90%.Budidaya bawang merah juga tidak perlu waktu yang terlalu lama, masa panen dimulai setelah 55 – 70 hari masa tanam. Untuk hasil bawang merahnya, bisa bervariasi tergantung cuaca, lahan dan juga varietas bawang sendiri.

Biasanya, hasil panen budidaya bawang merah mencapai 3 sd 12 ton per hektar. Untuk rata – rata panen di Indonesia mencapai 9,47 ton per hektar. Untuk bawang merah yang telah dipanen, perlu dikeringkan terlebih dahulu dengan melakukan penjemuran.

panduan cara budidaya bawang merah

Penjemuran dengan sinar matahai memakan waktu 7 hingga 14 hari. Bawang merah juga perlu dibalik setiap 2 – 3 hari. Bawang merah yang siap disimpan atau dijual sebaiknya memiliki kadar air 85%.

Inilah sedikit tulisan mengenai panduan cara budidaya bawang merah. Semoga bermanfaat. 5/5 (2)

Please rate this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *