Kaktus Pagoda Kestrel

Kaktus Pagoda Kestrel

Kaktus pagoda kestrel, tanaman paling langka ini hidup di Balikpapan. Dipamerkan pula di event Festival 1.000 Bunga, sebuah kegiatan Pemkot Balikpapan untuk memperingati HUT Balikpapan ke 122.

Ditemui di salah satu stand bunga di halaman Pemkot Balikpapan, Wibie (33), pemilik sekaligus penjual kaktus pagoda kestrel, mengatakan, tak banyak warga Balikpapan yang memiliki tanaman ini.

Sebab, kata dia, tak mudah membudidayakan kaktus pagoda kestrel. Harus ada keahlian khusus dan sikap teliti bagi orang yang ingin membudidayakan tanaman itu.

“Pertumbuhan kaktus pagoda kestrel ini lambat. Jadi harus sabar merawatnya. Paling sepuluh orang aja enggak sampai yang punya tanaman ini di Balikpapan,” katanya kepada Prokal.co (media online Kaltim Post Group), Sabtu (9/2) siang.

Di stand Wibie sendiri cuma ada satu kaktus pagoda kestrel. Usianya baru 1,5 tahun. Tingginya hanya sekitar 15 sentiketer.

Dijelaskannya, tanamannya itu masih bisa tumbuh dan berkembang. “Kaktus pagoda kestrel bisa hidup selama puluhan tahun. Tapi paling tingginya mentok sekitar satu meteran aja,” jelas pria rambut gondrong itu.

Perawatan kaktus pagoda kestrel, terang Wibie, susah-susah gampang. Gampang karena tumbuhan jenis kaktus tak memerlukan banyak air.

“Namun enggak boleh terlalu kena sinar matahari. Dia harus di tempat kering. Terus harus pakai pasir malang dan rutin dikasih pupuk kompos,” terangnya.

Selain di Festival 1.000 Bunga, Wibie menjelaskan, warga juga bisa mendapatkan kaktus pagoda kestrel di tokonya, Mirabili Splant Shop, Jalan Ruhui Rahayu, Ring Road, Balikpapan Selatan. Untuk tanaman mini itu, ia membandrolnya seharga Rp 500 ribu. “Pasarannya sekitar Rp 400 sampai 500 ribu. Tapi kalau usianya meningkat dan bertambah tinggi, harganya bisa semakin mahal lagi,” sebutnya.

Selain menjual kaktus pagoda kestrel, dia juga menjual tanaman kaktus lainnya. “Ada juga Anthorium cobra dan sawi, harganya mulai dari Rp 2 hingga 5 juta. Tapi ini bukan tanaman langka,” katanya. (sur/pro/one)

sumber http://news.prokal.co No ratings yet.

Please rate this

Leave a Comment

Please disable your adblock for read our content.
Refresh