Cara Pembuahan Pohon Anggur

Pembuahan Pohon Anggur.

Pohon anggur siap dibuahkan jika sudah masuk pada masa vegetatif akhir, yaitu ketika batang tersier sudah matang, sudah sebesar pensil dan berwarna kecoklatan. Jika lebih dari 1 tersier, hendaknya tersier lain juga sudah dalam kondisi sama. Untuk mendapatkan kondisi tersier yang matang seragam dalam waktu yang relatif cepat, sebaiknya dilakukan proses axel n break, dimana cabang yang telah cukup panjangnya, di cegah pertumbuhan lanjutannya, dengan cara memotes ujung tunas. Dengan demikian, nutrisi akan beralih ke batang tersier lainnya yang pertumbuhanya tertinggal.

Pupuk yang digunakan sampai pada akhir masa vegetatif tetaplah mengandung unsur N, P dan K.
Ketika memasuki masa produktif/generatif, maka nutrisi P dan K adalah menjadi prioritas, dengan demikian kondisi perakaran dan batang menjadi lebih kokoh dan siap untuk pembuahan. Pemupukan ini dapat dilakukan terus secara rutin, sampai pohon benar2 siap untuk pemangkasan pembuahan. Hal ini biasanya ditandai dengan batang tersier yang berwarna coklat tua, dan muncul bunga2 kecil dari tunas air.
Sebelum masuk tahap pemangkasan, sebaiknya melalui tahapan SPAP terlebih dahulu, yaitu:
Stress air,

Pada langkah ini, akar serabut pohon dikondisikan secara perlahan berhenti tumbuh dengan tindakan pengurangan pemberian air secara bertahap atau penghentian pemberian air secara total, tergantung kondisi media tanam.
Proses stress air ini dapat dihentikan, jika indikasi2nya tercapai, yaitu media tanam mengering, ujung tendril mengecil dan kering, pertumbuhan ujung2 tunas terhenti atau melemah dan daun tua mulai muncul tanda akan gugur/warna daun menguning.

Pemupukan.

Setelah tahapan stress air selesai, maka pemupukan yg mengandung unsur N.P.K dapat dilakukan. Unsur Nitrogen dapat diberikan dari bahan organik, berupa Kohe ataupun Kompos, unsur P bisa dari TSP, dan unsur K dari ZK. Pemupukan dengan KNO3 atau MKP bisa digunakan sebagai adjustment. Gunakan KNO3 jika tanda pertumbuhan daun dan batang melemah, gunakan MKP untuk meningkatkan supply nutrisi ke buah jika pertumbuhan kluster buah terlihat lambat, atau berikan kedua duanya sekaligus.
Disamping kebutuhan pupuk makro primer diatas, pupuk makro sekunder, yaitu magnesium dan Calsium juga sangat diperlukan. Sedangkan pupuk mikro, dapat diberikan setelah muncul pertumbuhan daun baru, dengan cara aplikasi semprot.

Baca Juga >  Panduan Lengkap Cara Menanam Pisang Cavendish Termudah

Air Jenuh.

Setelah pemupukan dilakukan, maka media tanam segera diberikan air yang banyak, sampai jenuh. Pemberian air setelah kondisi jenuh tercapai, media tanam sebaiknya tetap diberi suplai air yang terus menerus, atau menjaga media tanam tetap basah. Misalnya dengan menggunakan air selang dengan debit yg kecil. Kondisi ini memungkinkan akar dapat berkembang cepat dan sanggup memberi nutrisi yang baik untuk pertumbuhan tunas sekaligus buah.

Pemangkasan.

Pemangkasan dapat dilakukan jika pohon mulai terlihat pertumbuhan tunas2 air baru atau bahkan tumbuh tunas dari bud yang paling atas. Hal ini biasanya tercapai setelah minimum 7 hari penyiraman jenuh

Rate this post
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *