Cara Mudah Ternak Ulat Hongkong Hingga Berhasil dari Nol

Cara Mudah Ternak Ulat Hongkong Hingga Berhasil dari Nol

Tips beternak ulat Hongkong yang mudah tetapi sukses bagi pemula dengan cara sederhana dan relatih murah. Cocok untuk budidaya komersial ataupun pribadi.

Para penggemar burung pasti sudah mengenal ulat Hongkong. Ulat ini merupakan pakan yang baik untuk burung dan beberapa binatang lain seperti reptil.

Ulat ini sebenarnya merupakan ulat dari sejenis kumbang kecil. Setelah kumbang bertelur, maka menetas menjadi larva berupa ulat ini.

Saat ini, harga ulat Hongkong sudah cukup mahal. Ini adalah kesempatan untuk beternak ulat Hongkong.

Cara beternak ulat Hongkong

  • Mempersiapkan kandang

Kandang ulat Hongkong mudah dibuat dari berbagai material. Kita bisa membuat kandang dari kayu, triplek hingga kontainer plastik yang praktis.

Ukuran kandang yang baik adalah panjang 60 cm, lebar 40 cm dengan tinggi 7 cm. Jika material kandang dari tripleks, maka perlu dilapis dengan lakban supaya ulat tidak keluar.

Kandang – kandang tadi ditaruh di rak. Rak – rak ini bisa dibuat dari kayu atau bambu.

Syarat tempat budidaya tidak harus tempat khusus yang luas. Tetapi bisa memanfaatkan ruangan yang tidak terpakai dan terhindar dari binatang predator.

cara ternak ulat hongkong

  • Memilih bibit

Bibit bisa didapat dari kumbang atau membeli ulatnya. Artikel ini membahas budidaya ulat Hongkong dengan bibit sudah berupa ulat.

Untuk wadah dengan ukuran seperti diatas, maka ulat yang bisa ditampung maksimal 2 KG. ( ukuran ulat panjang 2 sd 3 cm dengan diameter 3 sd 4 mm ).

  • Cara ulat berkembangbiak

Kumbang dari ulat Hongkong bertelur. Telurnya bermetamorfosa menjadi larva, kepompong dan akhirnya menjadi kumbang.

Jika ada kepompong di kandang, maka segera dipisahkan karena ulat lain bisa memakannya.

Untuk kepompongnya sendiri, pisahkan yang warnanya sudah putih kecoklatan. Pengambilan kepompong harus diusahakan supaya jangan terluka atau lecet. Jika terluka / lecet, maka ia bisa mati.

Kepompong ini dipindahkan ke tempat beralaskan koran dengan merata. Jangan menumpuk kepompong. Jika sudah 10 hari, kepompong akan berubah menjadi kumbang sayap putih.

Jika sudah agak tua, maka warnanya menjadi hitam.

Setelah kepompong menjadi kumbang, maka kita siapkan wadah baru. Lapisi alasnya dengan kapas. Kapas ini menjadi tempat bertelur dan kawin kumbang.

Kumbang dewasa yang sayapnya mulai berwarna hitam mengkilap kita pindahkan ke wadah ini. Setelah 7 hari, pindahkan lagi kumbang ke wadah baru yang alasnya juga sudah dilapisi kapas.

Wadah yang tertinggal tanpa kumbang sudah berisi telur kumbang. mereka akan menetas dalam waktu 10 hari. Ulat kecil akan cukup besar untuk dipisahkan ke wadah baru dalam 30 hari.

Kita ulang proses tersebut hingga kumbang mati sendiri atau sudah kering.

Untuk larva / ulatnya, bisa kita panen saat umurnya mencapai 50 hari.

  • Perawatan

Perawatan yang penting adalah memperhatikan suhu kandang. Suhu yang bagus untuk larva adalah 29 sd 30 derajat Celcius.

kumbang-ulat-hongkong

  • Pemberian pakan

Pakan yang sering digunakan adalah bekatul, ampas tahu serta berbagai sayuran hijau. Labu, apel atau daun selada adalah contoh pakan yang baik.

Pakan – pakan tadi kita berikan secara bergantian.

Sebelum makanan diganti, pastikan pakan yang lama sudah habis. Setelah itu sisa – sisa makanan dan kulit dari pergantian kulit harus dibersihkan secara rutin. Jangan sampai menumpuk dan membuat kepompong tidak terlihat dan sulit dipindahkan.

Pakan untuk ulat muda yang baru menetas atau baru pindah dari kapas bisa dicampur voer atau tepung tulang. Tepung tulang ini manfaatnya untuk mempercepat pertumbuhan.

Tips: pakan yang membuat ulat Hongkong cepat besar adalah voer / pellet BR 1.

Untuk anak ayam, makanan ini bentuknya butiran dan minumnya labu Jepang ( labu siam ).

Jika proses diatas ini kita lakukan dengan konsisten, maka kita akan mendapatkan larva / ulat Hongkong serta kumbang untuk bibit secara terus menerus.

Karena itulah, kita tidak perlu membeli bibit lagi untuk budidaya yang berkelanjutan.

Kendala / tantangan beternak ulat Hongkong

  • Adanya predator

Bebereapa hewan bisa m,emakan ulat Hongkong kita. Misal semut, tikus dan cicak. Mereka bahkan mampu menghabiskan ulat Hongkong yang ada.

cara beternak ulat hongkong cepat besar

  • Cara mencegah semut

Kaki rak diberi kaleng berisi oli. Rak dan tembok atau benda lain jangan sampai bersentuhan.

  • Cara mencegah tikus dan cicak

Kandan kita buatkan kawat nyamuk pada semua sisi dinding rak kecuali yang bawah. Untuk bagian depan perlu diberi pintu. Kawat nyamuk ini mampu membuat sirkulasi udara tetap baik.

  • Ulat Hongkong banyak yang mati

Jika warna ulat menjadi hitam dan kering, maka suhu ruangan terlalu panas.

  • Cara mengatasi ulat Hongkong cepat mati

Rak ditempatkan ditempat teduh dan tidak terlalu dingin. Panas dan dingin bisa membunuh ulat Hongkong.

Kandang / boks jangan diisi terlalu banyak.

Saat panas, pakan tambahan kita berikan yang mengandung air.

Usahakan sirkulasi udara kandang lancar supaya tetap segar dan bersih.

  • Kumbang atau kepik mudah mati

Sebab utamanya adalah ulat atau larva terlalu cepat berubah menjadi kumbang. Jadi saat menjadi kumbang juga rawan cepat mati.

Percepatan perubahan ulat menjadi pupa / kepompong dan menjadi kumbang salah satunya adalah karena stress. Jika populasi terlalu tinggi, maka ulat akan cepat menjadi kepompong.

  • Cara mengatasi kumbang ulat Hongkong cepat mati

Caranya adalah dengan mengisi kandang dengan populasi secukupnya. Untuk kandang ukuran 60 X 40 X 7 cm bisa diisi 200 kg bibit atau maksimal hingga 250 Gram.

Jika boks / kandang yang sama akan digunakan untuk kumbang, maka hanya perlu diisi maksimal 100 gram kumbang setiap kotaknya.

Begitulah cara mudah beternak ulat Hongkong hingga berhasil dari nol. Semoga bermanfaat.

Cari :

Leave a Comment

Please disable your adblock for read our content.
Refresh