Cara Mencangkok Tanaman Buah

Cara Mencangkok Tanaman Buah

Cara mencangkok tanaman buah yang akarnya bagus serta cepat berbuah. Mencangkok merupakan cara pengembangbiakan tanaman secara vegetatif. Cara ini memiliki keunggulan berupa tanaman yang lebih cepat berbuah serta memiliki sifat sama dengan induknya.

Jika kita mencangkok mangga manis, maka hasil cangkokan akan persis sama dengan mangga tersebut. Inilah keuntungan mencangkok yang mungkin sulit didapat dari tanaman biji.

Kekurangan tanaman hasil mencangkok adalah akarnya yang kurang kokoh dibanding tanaman hasil biji. ( karena akarnya serabut ). Jadi, saat penanaman harus lebih hati – hati.

Beberapa keunggulan tanaman hasil cangkokan:

  • Sifat sama persis dengan indukan.

Bahkan, kandungan vitamin, rasa dan sebagainya merupakan hasil “kloning” atau “fotokopi” dari tanaman induk.

  • Lebih cepat berbuah.

Jika cangkok berasal dari pohon yang sudah berbuah, maka pastinya akan lebih cepat berbuah juga.

  • Tingkat keberhasilan tinggi.

Tanaman hasil cangkok hampir pasti akan berhasil karena tinggal “meniru” induknya saja. Jika kita semaikan bijinya, sifat tanaman mungkin berubah, tingkat keberhasilan terpengaruh¬† dan mungkin tingkat keberhasilan bisa menurun.

  • Ukuran pohon buah cangkok bisa diatur.

Ukuran pohon hasil cangkokan biasanya kecil sudah berbuah, Dan, tingginya juga termasuk pendek.

  • Bisa dibuat tabulampot atau tanaman hias.

Tanaman buah bisa dibuat sebagai tanaman buah dalam pot atau tabulampot. Jadi pohon kecil itu sudah ada buahnya dan bagus untuk hiasan rumah.

Cara penanaman dengan biji pasti sangat sulit menghasilkan hal semacam ini. Jadi, cara cangkok sangat praktis untuk menghasilkan beberapa keunggulan.

cara mencangkok pohon tanaman buah

Tetapi, cara pengembangbiakan vegetatif atau cangkok untuk tanaman buah juga ada kekurangannya:

Kekurangan tanaman buah hasil cangkok:

  • Tanaman tidak tahan kering saat kemarau.

Kita perlu menyiramnya secara rutin meskipun tanaman itu termasuk tanaman keras yang biasanya termasuk bandel.

  • Mudah roboh jika angin kencang.

Akar yang terbentuk saat cangkok adalah akar serabut yang kurang besar dan dalam menancap di tanah.

  • Tanaman induk mudah rusak atau mati.

Ini terjadi karena dahan tanaman sering dipotong untuk keperluan cangkok.

  • Jumlah cangkok per pohon terbatas.

Kita tidak mungkin mencangkok sangat banyak bibit dari satu pohon tanpa membunuh pohonnya.

Syarat pohon yang bisa dicangkok:

  • Adalah tanaman dikotil atau berkambium.

tanaman ini berakar tunggang ( akar aslinya dan bukan akar cangkok ) dan batangnya bercabang. Tanamannya seperti mangga, sawo, apel atau tanaman belimbing.

Tanaman seperti kelapa, pisang dsb tidak bisa dicangkok.

  • Tanaman cukup umur

Umur minimal pohon 2 tahun dan percabangannya sudah banyak. Jika percabangan masih sedikit, maka tajuk pohon bisa rusak.

  • Pohon sudah berbuah.

Pohon sudah berbuah sudah cukup tua plus bisa diketahui kualitas calon buah tanaman anakannya.

  • Kualitas indukan bagus.

Tidak perlu dicangkok jika tidak berkualitas tentunya.

Teknik mencangkok tanaman buah

  • Teknik tradisional.

Teknik ini berupa: pengupasan kulit pohon hingga lapisan kambium. Kemudian ditutup tanah dan ditutup plastik.

  • Teknik modern.

Media cangkok menggunakan air dan nutrisi hidroponik.

Caranya agak berbeda. Jika cara mencangkok biasa kulit pohon kita kupas hingga habis, maka yang ini hanya disayat saja. Sayatan kulit ini tidak perlu dipotong lepas dari dahan. Hanya bagian bawah saja yang dibuka.

Masukkan nutrisi hidroponik ke botol. Masukkan kulit sayatan ke botol hidroponik dan ikat botolnya. Pastikan airnya tidak habis dan botol jangan sampai lepas.

cara mencangkok pohon tanaman buah

Setelah kurang lebih 2 bulan, akar akan tumbuh dari sayatan dahan itu. Jadi batang bisa dipotong.

Saat mencangkok dengan cara tradisional, kita usahakan saat dikelupas, getah sudah keluar baru ditempel tanah.

Cangkok sebaiknya dilakukan saat usai panen dan saat musim hujan.

Untuk tanaman buah, cara ini juga meremajakan dahan pohonnya.

Cari :

5/5 (1)

Please rate this

Leave a Comment

Please disable your adblock for read our content.
Refresh