cara menanam jahe dalam pot

Cara Menanam Jahe dalam Pot

Tips cara menanam jahe di pot atau polybag yang lebih mudah dan lengkap. Lebih murah dan mudah diaplikasikan di rumah.

Jahe, secara umum mudah untuk dibudidayakan di dataran tinggi atau rendah. Cara menanam jahe inipun juga tidak sulit. Kita hanya harus tahu apa saja yang membuat jahe tumbuh cepat. Serta, apa saja yang membuat jahe berkurang pertumbuhannya.

Jahe yang kita gunakan untuk bibit mesti bagus serta menunjukkan fisik yang baik. Jahe mesti memiliki rimpang yang besar serta masih segar.  Usahakan jangan memilih jahe yang terlihat layu dan keriput. Tambahan lagi, tidak ada tanda bekas diserang hama atau penyakit. Untuk warna, pilih jahe dengan warna yang cerah dan merona.

Memilih bibit yang baik sangat diperlukan. Inilah jahe yang pada akhirnya akan kita andalkan supaya tumbuh dan menghasilkan dengan baik.

Ciri -ciri jahe siap tanam untuk indukan

Indukan harus memiliki penampilan yang bagus. Secara fisik, indukan jahe mesti memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:

  1. Daun masih sangat segar dan hijau.
  2. Batangya besar dan gagah. Tidak boleh kurus.
  3. Umbi atau rimpangnya besar dan juga padat.
Baca Juga >  Cara Menanam Singkong Supaya Besar

Jenis bibit jahe yang berkualitas

ada beberapa jenis jahe. Jika kita mengetahui setiap jenis dan bisa mengetahui mana yang bagus, kita lebih mudah memilih bibit.

  • Jahe merah

Jahe merah termasuk banyak peminatnya. Jahe ini warnanya merah atau jingga muda. Untuk ukuran, yang bagus untuk bibit antara 4 sd 4,5 cm. Jahe ini adalah jenis jahe yang baunya tajam. Biasanya dipergunakan untuk campuran jamu atau herbal.

  • jahe putih kecil

Ukuran diameternya antara 3 sd 4 cm. Jahe ini seperti berlapis – lapis. Warnanya kekuningan.

  • Jahe putih besar

Jahe ini warnanya juga kekuningan. Tetapi ukurannya mencapai 8 sm hingga 8,5 cm. Jahe semacam ini memiliki harga cenderung stabil karena permintaan juga relatif stabil.

  • Cara menyemai bibit jahe

Perendaman

Sebelum disemai, sebaiknya bibit jahe direndam terlebih dahulu. Perendamnya dengan pupuk organik cair yang memang bisa untuk merendam. Misalnya merk GDM yang merupakan pupuk spesialis pangan. untuk takaran, sekitar 1:100 atau sesuai petunjuk. Perendaman hanya maksimal 10 menit saja. Setelah itu bibit diangin – anginkan.

Proses perendaman, tentu untuk memaksimalkan pertumbuhan serta menghilangkan penyakit jika ada.

Penyemaian

Kita menyemaikan bibit jahe. Tujuan melakukan penyemaian adalah memperoleh jahe yang seragam pertumbuhannya.

Letakkan rimpang jahe di media semai. Letakkan dengan jarak 1 cm antar rimpang.

Menutup rimpang dengan tanah. Ketebalan tanah penutup tanah sekitar 2 cm. Bibit jahe jangan sampai tampak dipermukaan tanah lagi.

Rimpang juga bisa ditutup jerami sebelum ditutup dengan tanah. Setelah ditutup tanah, siram bibit dan jaga kelembabannya.

Jahe akan tumbuh tunas saat berumur 10 sd 15 hari. Jika tunas sudah tumbuh, maka jahe bisa segera dipindahkan ke media tanam.

  • Cara mempersiapkan media tanam untuk tanaman jahe

Untuk memilih media tanam, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

Baca Juga >  Tips Cara menanam Jengkol Hasil Besar untuk Pemula

Memilih pot

Ukuran pot terkecil adalah diameter 40 cm. Atau, bisa disesuaikan dengan bibit yang akan kita tanam.

Jenis tanah

Media tanam yang baik untuk jahe adalah campuran tanah, pasir dan pupuk kandang. Perbandingannya 1 : 1 : 1. Jika terlalu asam, maka bisa ditambahkan kapur dolomit. Campuran ini diaduk hingga rata. Setelah siap, silahkan masukkan media tanam 1/4 saja kedalam pot. Media tanam ini, sebaiknya dipersiapkan sekitar 2 atau 3 minggu sebelum ditanam.

Proses pemupukan

Pemupukan bisa kita lakukan bersamaan dengan waktu menyiapkan media tanam. Pemupukan bisa meningkatkan kualitas tanah dan membantu penyerapan unsur hara lebih baik.

  • Cara menanam bibit jahe di pot

Tanaman jahe perlu air yang cukup dalam masa pertumbuhannya. Karena itu, kita sebaiknya menanam pada bulan september atau oktober. Setelah bibit memiliki tunas, kita bisa mulai memindahkannya.

  1. Buat lubang di pot.
  2. Pindahkan bibit dari polybag ke pot dengan hati – hati.
  3. Bibit diangkat dengan akarnya. Proses ini bisa dibantu dengan centong atau dengan jari.
  4. Usahakan akar masuk ke tanah secara menyeluruh.
  5. Tutup kembali bibit dan tekan tanah diatasnya dengan perlahan dengan jari.
  • Cara merawat tanaman jahe di pot

Sekarang, setelah jahe ditanam, maka perlu perawatan. Perawatan ini penting supaya jahe bisa berkembang secara maksimal. Secara umum, perawatan tanaman ada 3 jenis yaitu pemupukan, penyiraman dan penyiangan.

Penyiraman

Penyiraman bisa kita lakukan pagi dan sore. Tanaman jahe membutuhkan banyak air saat mulai tumbuh. Jika kurang, maka jahe akan kering.

Pemupukan

Pemupukan kita lakukan saat tanaman berumur 1 sd 3 bulan. Kemudian, saat berumur 2, 4 dan 6 bulan.

Penyiangan

Penyiangan bisa kita lakukan jika ada rumput liar atau gulma yang ikut tumbuh. Kita bisa melakukannya kapanpun diperlukan.

  • Proses cara pemanenan jahe di pot

Umur panen jahe

Jahe yang siap panen umurnya sekitar 9 atau 10 bulan. Ciri khas tanaman jahe siap panen adalah batang dan daun sudah kering.

Baca Juga >  Matoa - Sang Buah Khas Papua

Cara panen jahe di pot

  1. Untuk memanen jahe di pot juga tidak sulit dilakukan. Kita perlu gemburkan dahulu tanah dibawah pot.
  2. Kemudian, rimpang jahe kita ambil dengan hati – hati.
  3. Untuk rimpang yang sudah diambil, perlu segera dicuci. Tujuannya supaya bersih dan bisa kita
  4. manfaatkan. Misalnya untuk kita gunakan sendiri atau dijual.

Inilah beberapa tips cara untuk menanam jahe di rumah / di pot supaya tumbuh cepat. Semoga bermanfaat dan salam sehat dan sukses selalu!


Anda membutuhkan jasa pembuatan website ? segera saja kontak lawang techno, majukan bisnis anda dengan website, lejitkan omset usaha anda dengan website dan rasakan ledakan profit bisnis anda, harga website sangatlah terjangkau
Harga Jayamix
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *