Bagaimana Cara Budidaya Bunga Aster

Bagaimana Cara Budidaya Bunga Aster

Budidaya bunga aster, caranya termasuk mudah untuk dilakukan. Bunga ini mudah untuk ditanam dan bisa berbunga tanpa mengenal musim.

Bunga aster terkenal sebagai bunga potong. Bentuk bunganya tampak seperti bunga kertas dan bunga matahari, Ini terjadi karena bunga aster masih satu rumpun dengan bunga matahari.

Bunga ini tingginya antara 30 hingga 70 cm sehingga cocok untuk ditanam di pot.

Bunga aster ini memiliki warna cerah dan beraneka warna. Sebenarnya, ada sekitar 600 spesies bunga aster yang ada dan tersebar ke seluruh dunia. Indonesia sendiri memiliki koleksi yang cukup lengkap untuk bunga aster ini.

Jenis bunga aster berdasar warna bunga.

  1.  Aster chinensis tipe Princes: bunga nya berwarna merah muda, biru muda, biru tua, kuning muda dan putih.

  2. Aster chinensis tipe Amerika: bbunganya berwarna  merah lembayung, biru muda, putih, merah muda, merah tua.

  3. Aster chinensis tipe Liliput: memiliki warna bunga merah muda, merah tua, biru dan putih.

  4. Jenis Aster chinensis tipe Giant Cornet: memiliki warna bunga merah tua, merah muda, dan putih

  5. Jenis Aster novae-angliae: memiliki warna bunga hanya violet muda.

  6. Jenis Aster incises: memiliki 2  warna bunga, yakni violet dan agak kebiruan.

Bagi yang ingin menanam aster di pot, caranya sangat mudah. Untuk keperluan pribadi, penanaman aster tidak serumit penanaman aster untuk keperluan bisnis dalam jumlah besar.

Untuk penanaman di pot, kita bisa menggunakannya untuk hiasan pekarangan ataupun halaman belakang.

Cara Budidaya Bunga Aster

  • Media tanam

Media tanam untuk aster sama saja dengan bunga lainnya. Kita membutuhkan tanah, sekam dan pupuk kandang dengan rasio 1: 1:1. Jika Anda malas untuk mempersiapkan sendiri, media tanam ini bisa didapat di toko pertanian. Anda bisa membeli dan menggunakan media khusus untuk bunga pot.

  • Persiapan Bibit

bibit aster bisa didapatkan di berbagai toko tanaman hias atau pertanian. Tetapi, bibit ini belum siap tanam di pot alias harus kita semaikan terlebih dahulu. Media persemaian berupa tanah, sekam, pupuk kandang yang campurannya sama rata alias 1:1:1.

Selain campuran diatas, kita juga bisa menggunakan campuran tanah dengan pasir halus atau kompos halus dengan perbandingan 1:1:1.

Bibit aster ini setelah disemai perlu ditutup lagi dengan media persemaian. Tetapi jangan terlalu tebal menutupnya. Setelah itu, kita perlu menyiram secara teratur.

Bibit aster bisa dipindahkan ke pot setelah daunnya tumbuh minimal 3 hingga 5 helai.

jual-benih-bunga-aster-jual-biji-bunga-aster-aster

Selain dengan media persemaian, pembibitan juga bisa dilakukan dengan tunas. Untuk induknya, kita pilih ang umurnya minimal 6 bulan. Setelah anakan tumbuh, aster bisa segera dipindah ke pot.

  • Penanaman Aster

Aster merupakan tanaman yang butuh ruang agak besar untuk tumbuh. Jadi, wadah untuk bibit juga perlu agak besar.

Penanaman aster perlu dilakukan dalam posisi tegak supaya akar bebas untuk tumbuh dan tidak rusak. Untuk aster kecil, kita perlu letakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Setelah usianya mencukupi dan mampu beradaptasi, kita perlu memindahkannya ke area dengan sinar matahari langsung supaya bisa berfotosintesa.

Seperti kebanyakan tanaman lain, penanaman sebaiknya dilakukan saat pagi atau sore. Untuk mengantisipasi hama, kita bisa menyemprotkan furadan.

  • Pemeliharaan Bunga Aster

Pemeliharaan aster tergolong mudah. Yang terpenting adalah penyiraman rutin serta menyiangi gulma.

Penyiraman dapat dilakukan pada jam 9 pagi dan 3 sore. Sangat tidak disarankan untuk menyiram aster saat panas terik karena mengganggu fotosintesa.

Pastikan siraman air mencukupi dan media tanam tetap lembab tanpa kebanyakan atau kekurangan air.

Untuk pemupukan juga mudah. Pupuk yang bisa digunakan misalnya kompos, pupuk kandang atau NPK. Dosisnya hanya 5 gram per wadah / per pot.

Supaya cabang bunganya rimbun, pucuk aster perlu dipangkas sekitar 2 atau 3 cm. Jika kita tidak pangkas, maka tanaman ini akan tumbuh menjalar keatas seperti ubi.

  • Musim Bunga

Bunga aster akan berbunga jika usia fisiknya sudah mencukupi. Jadi tidak bunga aster berbunga tidak tergantung dengan musim.

Jika mau, kita bisa menambahkan pupuk phospor (P) supaya lebih cepat berbunga. Jika sudah berbunga, pupuk Kalium berguna supaya bunga tidak cepat rontok.

  • Cara Memberantas Hama Bunga Aster

Salah satu hama yang sering menyerang adalah hama ulat minirder. Ulat ini memakan daun dan membuat lubang seperti lorong – lorong. Cara mengatasi hama bunga aster ini adalah dengan menyemprot insektisida Curacon 500EC atau Decis 2.5 EC.

Phythopthora sp adalah cendawan yang membuat tanaman layu dan mati membusuk. Jika serangan masih tahap ringan, maka bagian tanaman yang terkena bisa dipotong dan dibakar. Jika serangan sudah menghebat, kita perlu menyemprotkan fungisida Scrobat 50WP, Kocide 77WP atau Dithane M-45.

  • Waktu Petik Bunga Aster

Memetik bunga aster harus diklakukan dengan hati – hati. Untuk umur bunga, sekitar 3 hingga 4 bulan. Usahakan kita memetiknya saat 3 hari menjelang bunga mekar.

Untuk memetiknya, kita harus menggunakan gunting dan memotong tangkai aster sepanjang 50 sd 70 cm tergantung ukuran dan jenis tanaman kita.

  • Menjaga Kesegaran Bunga Aster yang Sudah Dipetik

Bunga aster yang sudah dipetik perlu dijaga supaya tidak cepat layu dan kering. Cara menjaganya adalah menambah gula sebanyak 3 – 5 persen dalam 100 ml air untuk pot bunga.

Untuk tanaman bunga asternya sendiri, akan tetap produktif dan berbunga hingga 2 tahun.

Inilah sedikit tulisan mengenai cara budidaya bunga aster, semoga bermanfaat dan sampai jumpa!

Cari :

Leave a Comment

Please disable your adblock for read our content.
Refresh