Agar jambu madu deli cepat berbuah

Agar jambu madu deli cepat berbuah

Banyak pertanyaan muncul, pohon jambu madu deliku sudah lebih dari satu tahun koq belum berbuah ya..? dulu sudah pernah berbuah koq sekarang ngambek, tidak mau berbuah lagi, padahal sudah di pupuk NPK biru…
Perlu diketahui bahwa pertumbuhan tanaman ada 2 macam, yakni pertumbuhan vegetatif dan generatif.
Pertumbuhan vegetatif yakni pertumbuhan tunas dan daun baru. Pertumbuhan ini ditujukan untuk pembentukan tajuk tanaman sehingga tanaman tumbuh cepat besar dan terlihat vigor. Untuk menciptakan pertumbuhan vegetatif cukup dipupuk dengan pupuk N tinggi seperti Urea, ZA dan lain sebagainya, atau bisa juga dilakukan pemupukan selang seling antara pupuk urea dan NPK atau dicampur dengan perbandingan satu banding satu. Setelah tanaman cukup besar bisa dipupuk NPK berimbang dan 2 bulan berikutnya bisa dipupuk dengan pupuk buah, seperti NPK tinggi K. Hal ini bertujuan untuk memenuhikebutuhan nutrisi tanaman selama pembuahan sehinga nantinya akan dihasilkan buah yang berkualitas.

Tapi banyak penghobi tanaman yang menginginkan tanamannya cepat berbuah. Meskipun sudah dipupuk dengan pupuk buah, semprot gandasil dan lain sebagainya, tetep saja kalau sedang pertubuhan tunas dan daun baru, cabang atas dan daun masih berwarna hijau muda – hijau, biasanya tetep tidak mau mengeluarkan bunga, atau buah. Dan apabila bunga bisa keluar yang dibarengi dengan tunas dan daun baru, biasanya banyak bunga yang rontok, kerontokan bunga bisa mencapai 70%. Hal ini bisa terjadi karena serapan nutrisi hasil fotosintesis lebih besar diserap oleh tunas dan daun baru tadi, sehingga bunga tidak kebagian nutrisi. Sisanya tetep bisa jadi buah. Kalau mau praktek cara sedikit ekstrim, semua tunas dan cabang baru yang masih hijau muda dibuang. Hal ini akan membantu mengurangi kerontokan penthil jambu.

Pertumbuhan generatif, yakni pertumbuhan bunga dan buah.
Bunga umumnya akan terbentuk setelah fase daun tua. Karena tidak ada tunas dan daun baru sehingga nutrisi hasil fotosintesis terkumpul di cabang dan pucuk yang sudah tua, dan muncullah bunga. Kondisi ini juga didukung oleh keadaan yang sedikit ekstrim, misalnya lagi musim kemarau, atau tanah sering kekurangan air, sementara matahari cukup terik. Ada yang berpendapat bahwa setiap mahluk hidup secara insting alamiah pasti akan melanjutkan keturunannya, terutama pada saat kondisi yang kurang bersahabat. Maka untuk tanaman jambu munculah bunga.

Makanya ada beberapa yang menyarankan pengeringan, biarkan sampai 2 hari tidak disiram sampai daun sedikit layu (untuk menciptakan kondisi ekstrim), lalu disiram dengan pupuk pembuahan misalnya NPK dengan tinggi K, atau dikerat (dibuat cincin) di bagian pangkal batang tujuannya supaya hasil fotosintesis tidak terbagi ke bagian akar tapi terkumpul dibagian atas untuk membentuk bunga. Pupuk NPK dengan kandungan tinggi K memang rada sulit didapat. Ada beberapa merk, diantaranya yakni Yara Grower dan NPK Booster produk DGW, harga eceran sekitar 15rb/kg. Kalau tidak bisa menemukan produk tersebut, bisa kombinasi antara NPK berimbang dicampur dengan KCl, yang banyak dijual di toko pertanian.

Pilih yang non subsidi untuk hasil yang lebih baik. Untuk tanaman usia satu tahun cukup satu sendok makan 2 minggu sekali. Bisa juga menggunakan pupuk kelas premium, yakni KNO3 untuk pembuahan warna putih, harga sekitar 45rb isi 2kg atau MKP (Mono Kalium Phospat) harga sktr 36rb per kg. Dikocor 2 mg sekali, dosis sesuai kemasan. Untuk menambah asupan gizi, juga perlu disemprot dengan pupuk daun misalnya gandasil B, Anti Rontok, Growmore Buah, dll seminggu sekali.

Bisa juga dikasih asam amino, MOL, air cucian beras sebagai nutrisi tambahan. Untuk alternatfnya bisa disiram air bekas cucian ikan, yang masih amis dan ada merah bekas darah ikan. Sudah pernah coba, tempo sekitar 3 minggu muncul calon bunga. Atau limbah ikan tongkol, (remukan) yang djual dipasar lalu dilarutkan ke air dengan dosis rendah saja. Tp saya sendiri blm pernah coba, hanya saja hal ini pernah dimuat majalah Tru*** beberapa tahun lalu untuk membuahkan jambu bol jamaika yang terkenal cukup sulit berbuah.

Setelah semua itu diaplikasikan, cermati kondisi lingkungan tempat menanam pohon. Apakah ternaungi oleh tembok, pohon pisang, kelapa, mangga disebelahnya atau yang lainnya. Jika demikian pindah letak tanaman ke tempat yang bisa terpapar sinar matahari secara penuh.

Perhatikan medianya, apakah selalu lembab, atau sesekali bisa kering. Kalau untuk memunculkan bunga, biarkan sesekali media kering, namun setelah muncul bunga, jangan sampai tanaman layu kekeringan karena akan merontokan bunga. 5/5 (1)

Please rate this

Leave a Comment

Please disable your adblock for read our content.
Refresh